DO’A BERSAMA UNTUK ORANG TUA MAHASISWA FKIP MATEMATIKA UNSYIAH SENIN, 2 JANUARI 2017

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah menggelar doa bersama untuk orang tua dari beberapa mahasiswa yang sudah tiada, sekaligus tausiah singkat yang disampaikan oleh Ustad Fauzy Shaleh LC, MA. pada hari Senin, 2 Januari 2017 di Mushola Insan Kamil FKIP Unsyiah

Orang tua, adalah dua orang sosok yang paling disayangi oleh siapa aja setelah Allah SWT dan Rasulnya bagi orang-orang yang beriman. Memuliakan orang tua merupakan kewajiban dan tanggungjawab besar bagi setiap anak. Namun, orang tua pada umumnya, tidak pernah mengharapkan balasan dari anak-anaknya melainkan do’a dan peran anak ketika mereka telah lanjut usia.

Mahasiswa yang hadir menjadi contoh, bahwa banyaknya mahasiswa lain yang sibuk dengan kegiatan lain diluar sana, entah itu bermanfaat atupun tidak, namun masih banyak juga mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat lagi kepada tuhannya yang menciptakan langit dan bumi, baik melalui alquran dan hadist, para ulama, dan kajian/ceramah yang diselenggarakan seperti hari ini. Allah sudah menjanjikan pasangan-pasangan hidup sesuai dengan akhlak seseorang, bila akhlak seseorang itu baik, maka baik pula pasangannya, bila akhlaknya buruk maka pasangan yang dia peroleh juga sama. Oleh sebab itu mari kita memperbaiki kualitas diri dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagaimana ciri-ciri tuhan? Seperti yang dijelaskan pada alquran surah al-ikhlas ayat 1 s.d. 4. Ungkap Ustadz Fauzi.

doa-bersama-fkip-mat-1

Ustad Fauzy Shaleh LC, MA menjelaskan lebih lanjut tentang makna dan kaedah kehidupan ini. Manusia sering dikejutkan dengan waktu yang begitu singkat, tidak menyadari bahwa saat itu masih anak-anak, saat ini sudah menjadi seorang mahasiswa FKIP Matematika di Unsyiah. Perlu diingat, bahwa wajah cantik dan ganteng yang saat ini dimiliki, suatu hari akan mengerut dan tidak rupawan lagi. Namun, apakah dunia dan akhirat selama ini sudah seimbang? Mencari gelar adalah sarana didunia untuk mengejar kehidupan didunia yang lebih baik, namun disisi lain, sangat perlu juga memikirkan kehidupan keselamatan di akhirat, sebab kehidupan akhiran adalah kehidupan yang kekal.

doa-bersama-fkip-mat-2

doa-bersama-fkip-mat-3

doa-bersama-fkip-mat-4
doa-bersama-fkip-mat-5
doa-bersama-fkip-mat-6
doa-bersama-fkip-mat-7
Kesimpulan
Hari ini, kehidupan akhirat seolah-olah hanya sebuah cerita, namun ketika kematian sudah dekat baru menyadari bahwa kehidupan ini akan menjadi sebuah cerita. Sangat disayangkan apabila seseorang manusia yang diberi akal, pikiran, dan perasaan namun tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Kertas kosong tidak akan mungkin terisi bila tidak ada yang menulis, kehidupan ini tidak mungkin lahir dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan, alquran yang diturunkan begitu sempurna tidak akan pernah mungkin dibuat oleh manusia, bahkan manusia jenius saat ini sekalipun. Manusia begitu bangga menciptakan robot pada tahun 2017 (dengan kemampuan yang sangat terbatas), tapi Allah SWT menciptakan jutaan jenis makhluk hidup yang dapat berkembang bermanfaat dan berbeda-beda sejak jutaan tahun yang lalu, belum lagi alam semesta diluar pengetahuan manusia. Masihkah kita sombong terhadap sang pencipta?

Program Studi Pendidikan Matematika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Matematika
Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee
Darussalam, Banda Aceh
Gedung FKIP Lantai 2
matematika.fkip.unsyiah.ac.id
matematika@fkip.unsyiah.ac.id

 

251 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 15 =