Rizqa Putri (2014), Mahasiswa FKIP Matematika Unsyiah Praktikum di Thailand “My Teaching Practice Overseas Experienc”

Sejak tahun 2016, FKIP Unsyiah telah ikut serta dalam program PPL Internasional dengan nama program SEA Teacher Project atau Pre-Service Student Teacher Exchange yang bernaung di bawah SEAMEO. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari universitas di Asia Tenggara untuk memiliki pengalaman mengajar di sekolah-sekolah Asia Tenggara. Program ini berlangsung setiap tahunnya pada bulan Februari dan Agustus. Pada periode kali ini ada 3 negara yang ikut serta yaitu Indonesia, Thailand dan Filipina.

Pada bulan agustus 2017 yang lalu Rizqa Putri dan 8 mahasiswa lainnya terpilih mewakili FKIP Unsyiah untuk mengikuti program SEA Teacher Project tersebut. Sebanyak 4 orang dari prodi matematika yaitu Rizqa Putri, Musfiratul, Aulia Mustika dan Syawalil Fitriah, 2 orang dari prodi biologi, 2 orang dari kimia, dan satu orang dari bahasa inggris. Mereka ditempatkan ke beberapa provinsi di Thailand. Rizqa Putri dan Musfiratul ditempatkan wilayah yang sama tepatnya di Kanjanapisek Witthayalai Suratthani School (KJST), salah satu sekolah yang berada di provinsi Suratthani. Suratthani merupakan bagian selatan dari negara Thailand, untuk akses perjalanan ke kota Suratthani dapat ditempuh dengan jalur darat dan udara dari kota Bangkok, namun jika mengunakan jalur darat memerlukan waktu selama 8 jam. Perjalanan Rizqa Putri untuk tiba di kota Suratthani tersebut adalah dimulai dari Bandara SIM – Kuala Lumpur – Don Mueng (Bangkok) – lalu Suratthani.

Rizqa Putri menjelaskan bahwa, keberangkatan dalam rangka praktikum di tingkat internasional ini merupakan langkah pertama untuk keluar dari zona aman daerah sendiri, dimana banyak didominasi oleh orang-orang muslim, dengan mudahnya bisa makan di warung mana saja, dan terdengar suara azan 5 waktu di setiap lokasi/daerah. Di kota ini sangatlah berbeda, muslim merupakan minoritas, masjid terletak jauh dari tempat tinggal, hanya ada beberapa tempat makanan halal dan jarang sekali terdengar suara azan. Namun, banyak sisi positif lainnya yang berkesan bagi saya di kota ini tambah Rizqa. Banyak orang mengatakan Thailand adalah negeri land of smile, dan hal itu terbukti setelah praktikum di Negara tersebut.

Masyarakat Thailand begitu ramah, mereka saling menyapa saat bertemu satu sama lain dengan sapaan khas “sawadee kha/khrap” sama halnya seperti hello/hi, tak lupa pula senyum selalu merekah di wajah mereka. Meskipun didominasi oleh masyarakat beragama Budha, namun umat Islam, Budha dan juga Kristen hidup damai berdampingan di negara ini. Hal lainnya yang juga berbeda disini adalah dijalan raya jarang sekali terdengar bunyi klakson meskipun kendaraan sangat padat. Suasana kota, tempat tinggal dan sekolah sangat bersih. Setiap orang patuh akan menjaga ketertiban lalu lintas dan kebersihan.

Sedikit cerita yang diceritakan Rizqa Putri selama sekolah praktikum dan pengalaman mengajar di KJST. Sekolah praktikum tersebut sangat besar dan luas, di pekarangan sekolah ada bangunan utama sebagai ruang belajar, kantor, dan auditorium. Disana ada gym room, kantin, lapangan bola, lapangan voli, tenis dan basket. Juga terdapat asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Rizqa Putri dan Musfiratul selama mengajar disana tinggal di mess yang di fasilitasi bagi tamu-tamu sekolah.

Di Thailand, setiap sekolah melaksanakan upacara bendera setiap hari. Hal ini menggambarkan bentuk nasionalis mereka terhadap negaranya. Kali pertama saya bertemu dengan siswa-siswi di kelas, mereka sangat antusias. Diantara mereka ada yang menyapa saya dengan “selamat pagi”, entah dari mana mereka tahu sapaan itu, jelas Rizqa Putri.

Awalnya Rizqa merasa kesulitan berkomunikasi dengan siswa menggunakan bahasa inggris, hanya sebagian kecil dari mereka yang paham. Karena bagi masyarakat Thailand bahasa Inggris adalah second language. Namun hal itu tidak membuat Rizqa khawatir akan pembelajaran yang nantinya dilaksanakan. Mentor (guru pamong) selalu membantu menerjemahkan apa yang di jelaskan oleh Putri ke dalam bahasa Thai kepada siswa-siswa. Terkadang Rizqa harus menggunakan google translate untuk menjelaskan secara perorangan kepada siswa dalam belajar kelompok. Mengenai metode belajar, secara keseluruhan mereka sering menggunakan metode pembelajaran langsung. Guru menjelaskan kemudian memberi latihan.

Rizqa menambahkan, keuntungan yang didapatkan dari program ini ada banyak sekali, salah satunya pengalaman. Pengalaman belajar bertahan hidup di negara yang tidak cocok makanannya dengan lidah, melatih kemampuan bahasa inggris, mendapat keluarga dan teman baru di Thailand, serta guru dan siswa-siswa yang banyak, mengetahui kebudayaan lokal dan kebiasaan hidup orang-orang Thailand yang memperkaya pengetahuan budaya juga, dan yang paling penting tujuan dari pelaksaan program PPL internasional ini menambah wawasan tersendiri ketika melihat dunia luar, membuat lebih percaya diri dan semangat untuk mengunjungi negara tersebut dikemudian hari.

Hari Orientasi di Kampus Suratthani Rajabhat University

Tampak Depan Kanjanapisek Witthayalai Suratthani School

Foto Bersama Seluruh Guru KJST di acara Mother Day

Memperigati HUT RI di Thailand

Mengajar di Kelas

Memberikan Reward kepada Kelompok Terbaik

Foto Bersama Seluruh Siswa Kelas Mathayomsuksa 1/1

Bersama Guru-Guru Matematika KJST

Pembagian Sertifikat di Suratthani Rajabhat University

Malam Terakhir Makan Malam Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *