Syawalil Fitriah (2014) Mahasiswi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah PPL Internasional di Ayutthaya, Thailand

PPL Internasional di Ayutthaya, Thailand
4th Batch of Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA Teacher Project) by SEAMEO
Syawalil Fitriah (Mahasiswa Pendidikan Matematika) FKIP Unsyiah

Ekonomi ASEAN 2016 mengubah wawasan dunia tentang tenaga kerja yang berasal dari berbagai negara tak terkecuali Guru. Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1965 antara pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama regional di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia Tenggara.

Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia atau yang biasa dikenal dengan SEA Teacher Project merupakan salah satu program dari SEAMEO. SEA Teacher Project merupakan suatu program yang memungkinkan seluruh mahasiswa di negara-negara ASEAN untuk dapat melakukan praktek mengajar antar negara ASEAN. Program ini sudah dilaksanakan sejak Januari 2016 yaitu 1st Batch yang saat itu hanya diikuti oleh 2 universitas, yakni Valaya Alongkorn Rajabhat University (VRU), Thailand dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Seiring berjalannya waktu, semakin banyak universitas dan negara-negara ASEAN yang turut serta dalam program ini.

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) salah satu dari universitas di Indonesia yang ikut andil dalam program ini sejak 2nd Batch. Pada 2nd Batch, perwakilan mahasiswa matematika dari Unsyiah adalah Riska Muliani angkatan 2013. Dan pada 3rd Batch, matematika diwakili oleh Dwi Cahya Wulan dan Nurhadisah Ulfa (angkatan 2013). Sedangkan pada 4th Batch, program ini diikuti 3 negara yaitu Indonesia, Filipina, dan Thailand dengan peserta sebanyak 271 mahasiswa dari 27 universitas di tiga negara tersebut.

Pada kesempatan ini Syawalil Fitriah selaku mahasiswa pendidikan matematika Unsyiah angkatan 2014 ikut sebagai perwakilan Unsyiah ke Negara Thailand. 4rd Batch of Students Exchange (SEA Teacher Project) akan selama satu bulan mulai 07 Agustus 2017 – 05 September 2017.

Unsyiah mengirimkan 9 orang mahasiswanya untuk mengikuti program 4th Batch ini. 7 dari 9 mahasiswa ditempatkan di Thailand, sedangkan 2 lainnya di tempatkan di Filipina. Pada 4th Batch ini 4 orang mahasiswa berasal dari prodi Matematika, salah satunya adalah Syawalil Fitriah perwakilan Unsyiah dari bidang matematika yang ditempatkan di kampus Phra Nakhon Si Ayutthaya Rajabhatt University (ARU), Ayutthaya, Thailand dengan sekolah praktek bernama Ayutthaya Nusorn School (AYS). Tiga mahasiswa matematika lainnya di tempatkan di provinsi yang berbeda seperti Aulia Mustika ditempatkan di Thepsatri Rajabhat University (TRU), Lopburi, Thailand dan Musfiratul beserta Rizqa Putri ditempatkan di Suratthani Rajabhat University (SRU), Suratthani, Thailand.

Selain Syawalil Fitriah, ada 8 mahasiswa lainnya yang juga ditempatkan di ARU, yaitu 4 orang berasal dari Indonesia dan 4 orang lagi dari Filipina. Jadi total seluruhnya berjumlah 9 orang dengan mahasiswa asal Indonesia 5 orang.

Pada mengikuti program ini, setiap Student Teacher Exchange harus mengikuti 4 tahapan yang telah ditetapkan oleh SEAMEO selama melaksanakan praktik mengajar disekolah, yang terdiri dari:

  1. Observation (Minggu pertama)

Dalam hal ini Student Teacher Exchange harus mengamati keadaan sekolah meliputi fisik dan administrasi sekolah, interaksi antar komponen-komponen di sekolah, serta mengobservasi mentor sekolah mengajar.

  1. Teaching Assistant (Minggu kedua)

Dalam hal ini Student Teacher Exchange harus membantu dan menjadi asisten mentor sekolah ketika mengajar, bisa dengan membantu kesulitan siswa dalam belajar dan sebagainya.

  1. Teaching Practice (Minggu ketiga)

Pada minggu ketiga Student Teacher Exchange diwajibkan untuk mengajar siswa sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh mentor sekolah. Praktek mengajar dilakukan minimal 3 kali dengan telah mempersiapkan lesson plan (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP) serta alat dan media yang dibutuhkan. Proses ini dinilai oleh mentor sekolah dan mentor universitas sesuai dengan form penilaian yang telah diberikan oleh SEAMEO.

  1. Reflection (Minggu keempat)

Pada tahap ini Student Teacher Exchange diberikan arahan dan masukan terhadap praktek mengajar yang telah dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk perbaikan ke depannya.

Melalui program ini Syawalil Fitriah memperoleh begitu banyak pengalaman baru , meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. “Saya dapat memahami beberapa kosakata bahasa Thailand yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga bisa mempromosikan program studi, universitas, negara serta adat dan budaya Indonesia di kancah Internasional melalui Culture Exchange Programme antara Indonesia, Thailand, dan Filipina. Melalui program ini saya juga bisa meningkatkan kemampuan mengajar saya, karena dengan menghadapi siswa dari negara lain dengan keterbatasan komunikasi (banyak siswa kurang memahami bahasa Inggris) menjadi tantangan besar bagi saya untuk membuat mereka paham terhadap materi yang saya ajarkan dengan tetap mengutamakan nilai-nilai moral” jelas Syawalil Fitriah.

Selain itu, melalui program ini Syawalil Fitriah mengakui bisa mengenal banyak teman baru, suasana baru dan orang-orang baik yang selalu bersedia membantu dalam setiap kesulitan saat menjalani program tersebut.

“Suatu karunia besar dari Allah dipertemukan dengan orang-orang baik ini. Program ini juga memungkinkan saya mengambil beberapa pelajaran penting dalam pendidikan di Thailand. Pendidikan di Thailand menuntut semua guru untuk memiliki kreativitas yang tinggi yang dapat memicu semangat belajar anak didiknya. Selain itu, guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar, guru juga seorang pendidik yang selalu menyemangati dan menanamkan nilai-nilai moral pada anak didiknya” tutur Syawalil Fitriah.

Keakraban siswa dan guru juga bisa menjadi contoh yang baik, seperti siswa tidak merasa takut untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada guru. Guru bisa menjadi teman curhatnya namun mereka tetap hormat dan sopan kepada gurunya. Selain guru, siswa juga terus dibekali dan dituntut untuk kreatif. Siswa sering mengikuti kegiatan-kegiatan dan perlombaan nasional yang dapat meningkatkan prestasinya. Sekaligus menjadi contoh bagi siswa yang lain.

Dalam hal nasionalisme Syawalil Fitriah kagum kepada negara Thailand, seperti semua sekolah di Thailand melaksanakan upacara bendera dengan khidmat setiap pagi, berbeda dengan Indonesia yang hanya melakukan upacara sekali dalam seminggu. Kecintaan rakyat begitu besar terhadap negara dan rajanya. Disamping itu pihak sekolah dan kampus yang membuat Farewell Party untuk sambutan atas kedatangan Student Teacher Exchange.

Kegiatan lainnya yaitu Syawalil Fitriah dan mahasiswa asal Indonesia lainnya juga memberikan momen Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun di Thailand yang dimeriahkan dengan segenap kemampuan, didukung dengan beberapa peralatan yang dibawa dari Indonesia. Meskipun sempat mendapat undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, namun tidak dapat menghadiri upacara kemerdekaan disebabkan lokasi yang tak terjangkau.

Ayutthaya merupakan ibukota kedua negara Thailand pada masa kerajaan Siam (setelah Sukothai). Ayutthaya merupakan salah satu provinsi di Thailand dengan jumlah muslim yang lumayan banyak. Maka jika hendak berkunjung ke pusat perbelanjaan terdapat muslim dan makanan dengan logo halal. Di provinsi ini juga terdapat banyak masjid yang tersebar dibeberapa wilayah. Di Ayutthaya juga terdapat kampung muslim yang luas.

Selain Kemerdekaan Indonesia, momen lain ketika berada di Thailand adalah Hari Raya Idul Adha 1438 H tanpa berkumpul bersama keluarga tercinta di tanah air. Melaksanakan Shalat Eid di Masjid Thai-Pakistan. Dengan izin Allah Syawalil Fitriah dan teman lainnya bertemu keluarga Muslim yang sangat baik, keramahan mereka bagaikan keluarga sendiri. Mereka juga mengajak kami ke rumahnya dan benar-benar memuliakan tamu. “Alhamdulillah meskipun jauh dari keluarga sendiri, Allah pertemukan kami dengan keluarga yang sangat baik pula” kata Syawalil Fitriah dengan nada haru.

Kendala yang dihadapi Syawalil Fitriah selama di Ayutthaya diantaranya adalah kesulitan dalam berkomunikasi dengan beberapa pihak, hal ini juga disebabkan karena kurangnya pemahaman bahasa Inggris masyarakat Thailand. Selain itu, cuaca di Ayutthaya tergolong sangat panas, cita rasa makanan yang sangat berbeda dengan makanan Indonesia. Namun tentu saja semua itu tanpa mengurangi masa-masa indah selama di Ayutthaya.

Syawalil Fitriah berharap, pengalaman selama belajar di Negara Asing dapat memberikan pengetahuan tambahan serta motivasi untuk teman-teman lain dan adik-adik yang sedang menyelesaikan studi pada setiap semesternya, sekaligus untuk memperbaiki diri, pengetahuan dan akhlak hingga menjadi insan yang lebih baik, bahagia serta selamat dunia dan akhirat.

Dokumentasi Kegiatan

Foto 1 Kegiatan Orientasi SEA Teacher Project: Penjemputan oleh Pihak Phra Nakhon Si Ayutthaya Rajabhat University (ARU), Don Mueang International Airport

Foto 2 Kegiatan Orientasi SEA Teacher Project: Penyambutan oleh Presiden ARU

Foto 3 School Orientation Activities: Pengantaran ke sekolah oleh host university (Ms. Sherina) dan di sambut oleh Mentor Sekolah (Ms. Phetlada Kusolsang) dan teman (Ping)

Foto 4 School Orientation Activities: Penyambutan oleh Direktur Ayutthaya Nusorn School (AYS)

Foto 5 Memperkenalkan diri bersama guru AYS

Foto 6 Siswa AYS melakukan kegiatan ekstra kurikuler

Foto 7 Upacara bendera di AYS berlangsung setiap pagi

Foto 8 Observasi Guru (Matthayom 5/2 dan 3/1)

Foto 9 Bersama Guru dan Siswa (Matthayom 5/2 dan 3/1)

Foto 10 Makan Siang bersama guru matematika di kantor

Foto 11 School Expo (Stand Matematika dengan Bingo Game)

Foto 12 Mother’s Day (Hari Kelahiran Ratu) bersama guru matematika dan Direktur AYS

Foto 13 Ayutthaya Nusorn School

Foto 14 Perpustakaan Ayutthaya Nusorn School

Foto 15 Praktik Mengajar di Grade 9th (Matayom 3/1)

Foto 16 Memberi penghargaan kepada siswa dan foto bersama

Foto 17 Evaluasi dan Refleksi setelah mengajar oleh mentor sekolah dan mentor universitas

Foto 18 Last day in Ayutthaya Nusorn School T-T

Foto 19 Pesta perpisahan di Pakwan Halal Restaurant dan pemberian sertifikat oleh pihak AYS

Foto 20 Pemberian Souvenir dan foto bersama

Foto 21 Pemberian sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah dan ARU

Foto 22 Pesta perpisahan oleh pihak ARU di Shabuya Halal Restaurant

Foto 23 Bersepeda keliling Ayutthaya Student teacher exchange bersama Thai Friends

Foto 24 Bersama siswa

Foto 25 Suasana belajar di kelas

Foto 26 Diskusi bersama guru

Foto 27 Suasana belajar oleh Syawalil Fitriah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *